Dibalik Jerapah

Idenya datang dari cerita teman kantor di Asuransi Sinar Mas. Tentang petualangan sekelompok anak-anak remaja yang traveling ke suatu tempat di daerah Jawa Tengah. Mereka pergi dengan uang yang sedikit, ngeteng naik kendaraan umum dan naik kereta tanpa bayar. Mereka mendaki gunung dan mandi di bawah air terjun. Mereka pulang lewat jalan yang sama, meski akhirnya masing-masing akhirnya terpisah di stasiun karena dikejar-kejar petugas.

Mengingatkan saya pada film Stand By Me. Yang filmnya diadaptasi dari novela Stephen King berjudul The Body itu. Stand By Me atau The Body itu berkisah tentang empat remaja (Gordie, Chris, Teddy and Vern) yang menjelajahi negara bagian Maine demi menemukan sesosok mayat yang hilang.

Tapi cerita buatan saya beda. Ini cerita tentang empat pengamen remaja. Yang mengamen di atas kereta KRL Jakarta – Bekasi.

Cerpen Jerapah ditulis tangan tahun 2011. Di dalam buku tulis. Sebanyak 9ribu kata yang selesai dalam waktu tiga hari. Seharusnya bisa lebih banyak. Bisa jadi satu novel. Atau, setidaknya jadi novella, seperti The Body itu. Yang tebal buku cetaknya 192 halaman itu.

Cerpen Jerapah tidak ada hubungannya dengan jerapah. Sama sekali. Suka-suka saya saja kasih judul. Sama seperti film Elephant, yang tidak ada hubungannya dengan gajah dan tidak ada satu pun gajah terlihat di film itu.

Draft tersebut sudah diedit beberapa kali sampai akhirnya diputuskan untuk disimpan. Bertahun-tahun kemudian baru dikeluarkan lagi. Ditulis ulang. Dibuat cerita bersambung. Dimasukkan jerapahnya.

Baca Jerapah-nya di sini.

Leave a Reply