Sholat Id di Rumah

Untuk pertama kalinya saya sholat id di rumah. Sendiri. Tepat di hari Raya Idul Adha kemarin. Hanya saya yang sholat di rumah, sementara anggota keluarga yang lain sholat Id di lapangan.

Sejak PPKM darurat diberlakukan saya memang sholat fardhu di rumah, selain mengikuti anjuran pemerintah, saya ikut kata ulama, termasuk fatwanya MUI. Saya bisa sebutkan ulama atau ustaz yang menganjurkan sholat di rumah. Di antaranya Ustaz Firanda Andirja, Ustaz Khalid Basalamah, Ustaz Adi Hidayat, dan Habieb Rizieq Shihab. Tentunya masih banyak yang lainnya yang menganjurkan sholat di rumah, termasuk organisasi Muhammadiyah dan NU.

Habib Rizieq mengatakan agar umat islam mematuhi fatwa MUI, yang nota bene mengeluarkan fatwa untuk sholat di rumah. >> Pernyataannya selengkapnya <<

Secara tegas, Ustaz Khalid mengatakan, supaya muslim sholat di rumah selama pandemi dan jangan mengikuti ego untuk sholat berjamaah di masjid. Berikut videonya:

Ustadz Adi Hidayat mengatakan bahwa, pahala sholat berjamaah tidak akan berkurang walaupun muslim (yang sudah biasa berjemaah di masjid) sholat di rumah selama masa pandemi. Berikut videonya:

Ustaz Firanda Andirja mencontohkan hak Allah yang boleh dilanggar demi keselamatan nyawa manusia. Berikut videonya:

Jadi, bukan hal ganjil ketika saya memutuskan sholat id di rumah, mengingat hukum sholat id itu sunnah.

Lalu pertanyaannya: Bagaimana hukum orang yang “memaksakan diri” sholat berjamaah di masjid?

Wallahu’alam. Saya juga tidak tahu mereka ikut anjuran ulama yang mana. Namun, saya pernah dengar salah satu atau dua ustaz yang mengatakan masjid tetap harus menyelenggarakan sholat berjemaah. Yang salah satu alasannya umat islam jadi lemah karena sholat fardhu di rumah dan membuat Yahudi senang.

Saya tidak akan berdebat dengan ustaz tersebut atau Anda yang sholat berjamaah di masjid di masa darurat pandemi karena penjelasan video di atas sangat jelas, kecuali sekedar bertanya, dan tolong dijawab dari lubuk hati Anda yang paling dalam.

Bagaimana seandainya Anda berada di posisi seorang dokter yang menangani ratusan pasien covid-19 per hari, yang bekerja 17-18 jam sehari dalam pakaian APD, lalu menentukan pasien mana yang mesti dapat oksigen?

Terakhir, kalau Anda pikir dengan sholat di masjid Anda merasa menjadi seorang muslim yang kuat, yang merasa sedang berjihad karena mampu sholat di masjid di tengah darurat pandemi, coba baca hadist di bawah dan berpikir lagi.

“Wabah adalah azab yang Allah turunkan pada siapa saja yang Allah kehendaki. Namun, wabah itu dijadikan oleh Allah sebagai rahmat untuk orang beriman. Ketika terjadi wabah, siapa pun tinggal di dalam rumahnya dalam keadaan sabar, mengharap pahala dari Allah, ia tahu bahwa tidaklah wabah itu terkena melainkan dengan takdir Allah, maka ia akan mendapatkan pahala syahid.”

(HR. Ahmad, 6:251. Syaikh Syuaib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih sesuai syarat Bukhari.)

Ingat: masa darurat pandemi tidak lama, pun dengan sholat fardhu di rumah. Paling lama sebulan. Itu pun kalau patuh. Yang membuatnya jadi lama justru karena tidak ikut kata ulama.

Leave a Reply